/

Sebab Surat Kaleng LKU Dianggap Tidak Paham Organisasi,  YPTKSW Meminta Maaf

/
967 dilihat

scientiarum.id – Puluhan Mahasiswa UKSW bergerak dari kantor Lembaga Kemahasiswaan Universitas (LKU) menuju Fakultas Teologi untuk melaksanakan aksi demonstrasi menuntut pihak Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW), atas tudingan merendahkan Lembaga Kemahasiswaan (Rabu 11/05).

Isi surat dari pihak YPTKSW menyebutkan bahwa Lembaga Kemahasiswaan “tidak paham berorganisasi.“ Hal tersebut memicu amarah sebagian pengurus LKU dan menggerakkan mahasiswa untuk melakukan aksi.

Masa mahasiswa dari berbagai fakultas berkumpul di depan kantor sementara LKU (Gedung E126) untuk mendengar arahan dari Lerandi salah satu mahasiswa Fakultas Hukum yang merupakan Koordinator Lapangan dalam aksi tersebut. Masa kemudian menuju Fakultas Teologi, guna menemui pihak YPTKSW yang sedang mengadakan rapat di Fakultas Teologi .

Mahasiswa terus berdatangan memenuhi halaman belakang KAMTIBMAS-UKSW. Berdiri di atas bangku taman, Samuel Adi Perdana selaku Sekretaris  mewakili YPTKSW menyampaikan permohonan maaf atas isi surat dari yayasan apabila telah menyinggung LKU.

Ivander Carl Pratama Manullang selaku Ketua SMU menjelaskan, aksi ini diawali dari beredarnya surat kaleng dari salah satu alumni UKSW.

“Yang dimana dalam surat tersebut terlampir, lampiran yang hanya dipengang oleh beberapa orang saja dan beberapa lembaga saja. Dimana yang paling dominan harusnya yang memegang data tersebut hanya yayasan (YPTKSW) serta panitia pelaksana (Panitia Pemilihan Rektor).”

Jelas Ivander  dalam wawancara kepada Scientiarum.

Pernyataan Ivander dibenarkan Mariano Chrisanto Nataleo Ombo selaku Ketua BPMU. Menurut Mariano surat kaleng tersebut ditujukan kepada seluruh civitas akademika UKSW.

“Hanya saja pada saat itu kami lihat (isi surat kaleng) potensi chaos itu besar, karena ada data-data rahasia yang tidak boleh tersebar. Untuk mencegah hal itu terjadi, kami segera melakukan pertemuan, kemudian memutuskan untuk mengirim surat ke yayasan agar mereka bisa melakukan klarifikasi.” jelas Mariano kepada Scientiarum.

Mariano menjelaskan juga bahwa, LKU memberikan ultimatum kepada pihak YPTKSW 2×24 jam agar surat dari LKU dibalas.

“Tidak sampai 2×24 jam, 1×24 jam surat sudah dibalas. Dalam poin balasan tersebut, ada poin yang secara kelembagaan menyinggung kewibawaan LK. Kami dituduh tidak paham berorganisasi. Setelah itu kami kirimkan surat balasan untuk meminta klarifikasi dan suratnya sudah satu minggu, baru diberikan tadi, yang dalam pertemuan sebelum ini, mereka (pihak YPTKSW) sebut sebagai hadiah.” jelas Mariano lebih lanjut.

Mengetahui pihak YPTKSW sedang berada di Salatiga, kata Mariano, momen tersebut dimanfaatkan agar pihak YPTKSW bisa beraudiensi bersama mahasiswa secara langsung.

Surat YPTKSW kepada LKU
Sumber: Dokumentasi Scientiarum

Dalam pertemuan hari ini, kata Mariano, “Pertama beliau (Sekretaris YPTKSW) memastikan tidak ada yang membocorkan (data rahasia) di pihak yayasan tetapi itu akan dicari tahu kembali dan pernyataan kedua meminta maaf.”

Mariano juga menekankan, LKU akan berupaya mencari oknum penyebar surat kaleng tersebut agar ditindaklanjuti dan diberi sanksi oleh pihak YPTKSW.

Mariano menambahkan, “Agenda Pemilihan Rektor pasti banyak saja cara untuk menggagalkan calon tertentu, seperti black kampanye. Jangan sampai karena kepentingan oknum tertentu untuk memperoleh tahta kerajaan, kursi kekuasaan di lima tahun kedepan. Kita mahasiswa sebagai stakeholder terbesar di UKSW, kurang lebih 16000 mahasiswa itu yang dirugikan.” terangnya dalam wawancara kepada Scientiarum.(*)

Reporter: Sasha
Editor: Elyan Mesakh Kowi
Redaktur: Otniel Denizar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Mata Kuliah Produksi Berujung Acara Communication Festival dan Awarding Ceremony 2022

Next Story

UKSW Jazz Fiesta: Festival Musik Pertama UKSW Setelah Pandemi