/

Membaca Pesan Bung Karno melalui Kemah Kebangsaan Provinsi Jawa Tengah 2022

/
241 dilihat

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Kemah Kebangsaan yang bertempat di Wonder Park, Karanganyar-Jawa Tengah (12/06).

Kemah Kebangsaan dengan tema ‘Spirit Pemuda Dalam Menjalin Persaudaraan’ diikuti sebanyak 13 Organisasi Masyarakat; Cipayung (Badko HMI Jateng-DIY, IMM Jateng, GMNI Jateng, GMKI Jateng, PMII Jateng, PMKRI Jateng, KAMMI Jateng), Lintas Agama (Perhimpunan Pemuda Hindu, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Majelis Tinggi Agama Khonghucu, Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia), Lintas Etnis (Forum Persaudaraan Antar Etnis Nusantara) dan Lembaga Pegiat Alam (DPP PETANESIA). Masing-masing organisasi menghadirkan sebanyak 8 orang delegasi.

Pembukaan Kegiatan Kemah Kebangsaan dengan Jagong Gayeng ‘Membaca Pesan Bung Karno’ dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP sekaligus menjadi keynote speech secara daring.

Ganjar Pranowo, dalam sambutannya secara daring menyampaikan, sikap gotong royong telah ditunjukkan pada saat menghadapi pandemi Covid-19. “Saya sangat terharu dan bangga melihat situasi itu. Kemudian program Jogo Tonggo saya launching, selanjutnya ada Jogo Sekolah, Jogo Kiai, Jogo Santri dan lain sebagainya. Semua berkontribusi dengan spirit gotong royong,” kata Ganjar (12/06).

Menurut Ganjar, semangat dan kesadaran itu perlu dijaga dan digalakkan. “Perlu dibangun terus spirit gotong royong, anti hoaks, serta bangga pada bangsanya,” terang Ganjar.

Dalam pembukaan kegiatan ini turut hadir Drs. H. Juliyatmono M.M selaku Bupati Karanganyar, Asisten Pem dan Kesra Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah.
Selain unsur pemerintahan, pembukaan kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah pelaku seni dari kabupaten Karanganyar.

Pada hari kedua(13/06), kegiatan dilanjutkan dengan seminar kebangsaan. Kalis Mardiasih, yang merupakan aktivis gender dan penulis menjadi narasumber untuk topik ‘Semangat Jiwa Nasionalisme bagi Pemuda’. “Gerakanmu sebetulnya dari orang-orang terdekat buktikan itu ya kalau gagasan-gagasan kamu itu bisa hidup, bisa punya keberanian di level yang kecil aja. RT, RW, Kelurahan, group WA keluarga gitu. Kalau ada perpecahan atas nama politik, atas nama agama di group WA keluarga. Kamu bisa ngak bicara perdamaian di situ?” kata Kalis Mardiasih(13/06).

Akhmad Khoridin yang merupakan pendiri Hysteria menjadi narasumber berikutnya dengan topik ‘Pancasila dalam Jiwa Pemuda’. Akhmad menekankan pentingnya kembali merefleksikan jasa para pahlawan terdahulu. “Kita perlu kembali juga merefleksikan pahlawan-pahlawan terdahulu,” kata Akhmad(13/06).

‘Toleransi dalam Perbedaan’ menjadi topik terakhir pada seminar yang dibawakan oleh Abdul Kholiq, Presiden BEM SI. Pada akhir sesi Seminar, Kabid Ketahanan Bangsa Kesbangpol Provinsi Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat pada umumnya dan pemuda pada khususnya untuk bersinergi.

“Bersinergi dengan kami, kami siap. Itu yang pertama, yang kedua seluruh ekspresi, seluruh apapun kepenting jenengan, ormas apapun, itu pasti ada wadahnya, ada wadah kami di pemerintah, itu. Terus NKRI itu milik kita semuanya, ’’ terangnya(13/06).

Selanjutnya panitia bersama tim Dhirendra Accounting membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang dimana dalam satu kelompok terdiri dari berbagai organisasi. Masing-masing menentukan nama kelompoknya sesuai dengan nama pahlawan. Ada kelompok Patimura, Bung Tomo, Kartini, dan nama pahlawan lainnya.

Selama tiga hari para peserta dibekali berbagai materi wawasan kebangsaan, outbond serta berbagai lomba seperti lomba campaign, talent show, dan yel-yel. Dalam lomba, kata Kabid Ketahanan Bangsa, terdapat hadiah senilai 15 juta dapat diperebutkan.

Kontributor : Yupiter Telaumbanua
Editor: Elyan Mesakh Kowi
Foto: Dokumentasi Pribadi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Jalin Relasi, LKU-UKSW Mendapat Kunjungan Studi Banding DPM Universitas Tarumanegara

Next Story

Pengurus Rumah Milenial Indonesia Dilantik