/

Dominasi FIK! Raih Gelar Juara Umum POM UKSW 2026

/
11 dilihat

Salatiga – Sorak sorai memenuhi arena pertandingan ketika Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) berhasil mencatat sejarah baru dengan meraih gelar Juara Umum Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) UKSW 2026. Momen tersebut lebih dari sekadar pengumuman kemenangan bagi keluarga besar FIK, namun menjadi tonggak sejarah karena untuk pertama kalinya FIK berhasil menyandang gelar Juara Umum. Dibalik kemenangan ini, tersimpan perjalanan panjang yang dibangun melalui persiapan yang matang, kerja sama, serta semangat keberhasilan yang melibatkan seluruh keluarga besar FIK. 

Ketua SMF FIK, Chaterine A.M mengungkapkan bahwa persiapan menuju POM dimulai jauh sebelum kompetisi berlangsung. Persiapan diawali dengan penyusunan administrasi, proposal kegiatan, serta koordinasi antara SMF, Badan Pengurus Harian (BPH), dan Satuan Tugas (Satgas). Di saat yang sama, proses seleksi atlet dan latihan rutin telah dimulai sejak Maret 2026 untuk mempersiapkan setiap cabang olahraga menghadapi POM. Sementara strategi pertandingan disusun oleh pelatih dan official masing-masing cabang, SMF berperan memastikan seluruh kebutuhan administrasi dan koordinasi berjalan dengan baik. 

“Kalau tidak bisa ditingkatkan, setidaknya dipertahankan dan jangan sampai menurun,” ujar Chaterine mengenai target yang ditetapkan FIK sebelum POM dimulai. Target tersebut bukan semata-mata mengejar perolehan medali, tetapi juga memastikan setiap cabang olahraga yang diikuti memiliki persiapan yang optimal sehingga mampu memberikan performa terbaik di arena pertandingan.

Persiapan tersebut didukung dengan koordinasi yang terstruktur. Satgas membentuk grup komunikasi dan menunjuk penanggung jawab di setiap cabang olahraga untuk memudahkan penyampaian informasi, mulai dari jadwal pertandingan, kebutuhan atlet, konsumsi, hingga koordinasi bersama suporter. Melalui sistem tersebut, setiap pihak dapat menjalankan perannya masing-masing sehingga seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan POM berjalan lebih tertata.

Memasuki masa kompetisi, semangat kebersamaan keluarga besar FIK semakin terasa. Tribun yang semula belum dipenuhi suporter perlahan berubah menjadi lautan warna dan sorak sorai yang menyemangati para atlet. Chaterine mengungkapkan bahwa Satgas berinisiatif menghidupkan kembali budaya suporter di FIK yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Berawal dari segelintir mahasiswa yang setia hadir di setiap pertandingan, antusiasme tersebut perlahan menular hingga semakin banyak mahasiswa ikut memenuhi tribun. Bahkan, bendera dan atribut suporter dibuat secara spontan beberapa jam sebelum pertandingan dimulai sebagai bentuk dukungan kepada para atlet.

Di balik atmosfer yang meriah, perjalanan menuju gelar juara umum tentu tidak lepas dari berbagai tantangan. Jadwal pertandingan yang sering kali berbenturan dengan perkuliahan mengharuskan panitia maupun mahasiswa membagi waktu dengan baik. Selain itu, proses pengumpulan administrasi atlet, koordinasi antara panitia, hingga persiapan atribut suporter kerap dilakukan dalam waktu yang terbatas. Meski demikian, berbagai kendala tersebut mampu diatasi berkat komunikasi yang baik, kerja sama antar tim, serta komitmen seluruh pihak yang terlibat.

Salah satu momen yang paling membekas datang dari cabang olahraga sepak bola. Bertoletomius, atlet sepak bola FIK, mengenang keberhasilan timnya menembus babak final sebagai pencapaian bersejarah setelah beberapa tahun sebelumnya selalu terhenti di fase-fase awal.

“Walaupun di akhir pertandingan kami belum bisa meraih kemenangan, tetapi ini menjadi kebanggaan karena untuk pertama kalinya sepak bola FIK berhasil menembus babak final.”

Selain pencapaian di lapangan, momen yang tak kalah mengharukan terjadi saat pertandingan final basket dan pengumuman Juara Umum. Kehadiran dekan, dosen, tenaga kependidikan, hingga alumni yang memenuhi arena pertandingan menjadi suntikan semangat bagi para atlet. Dukungan tersebut juga diwujudkan melalui penyediaan berbagai fasilitas, seperti banner dan pengeras suara, hingga doa syukur bersama sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen FIK.

Bagi keluarga besar FIK, gelar Juara Umum bukan sekadar simbol kemenangan di bidang olahraga. Prestasi ini menjadi tonggak sejarah sekaligus awal lahirnya budaya berprestasi yang diharapkan terus berkembang, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Oleh karena itu, berbagai evaluasi perlu dilakukan sebagai bekal menghadapi POM di tahun-tahun mendatang, mulai dari peningkatan koordinasi, komunikasi, hingga persiapan yang lebih matang. Para narasumber juga berharap seluruh mahasiswa UKSW terus menjunjung tinggi sportivitas, menghargai setiap proses, serta menjadikan POM sebagai ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus mempererat kebersamaan antar fakultas.

Keberhasilan FIK pada POM UKSW 2026 membuktikan bahwa sebuah prestasi besar lahir dari proses yang panjang. Di balik gelar Juara Umum terdapat kerja keras, pengorbanan, serta kolaborasi yang terjalin erat antara mahasiswa, atlet, pengurus organisasi, suporter, dan pihak fakultas. Gelar ini bukan menjadi akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk terus mempertahankan semangat berprestasi dan menginspirasi generasi mahasiswa FIK pada tahun-tahun berikutnya.

Penulis: Mirele Ester Kiesya Lai, Milka Ines Indrasari, Eunike Regina Suryaputri
Editor: Tabita Christine Setefanus
Reporter: Joicephila Magalineira,  Ana Resta
Foto: Dok. POM UKSW

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

BBM Naik, Mahasiswa Mulai Rasakan Tekanan Biaya Hidup

0 $0.00