/

Dosen UKSW Menggiatkan Pengembangan Kewirausahaan Sosial di Lereng Gunung Merbabu

/
559 dilihat

scientiarum.id – Izak Lattu membawa hasil penelitiannya di Desa Ngaduman, Kabupaten Semarang – Jawa Tengah, dalam seminar internasional Masyarakat Sosiologi Agama Dunia di New York pada tahun 2019. Penelitian tersebut berhubungan dengan budaya, kekristenan, dan relasi dengan agama lain. Dan setahun setelahnya desa tertinggi di lereng Gunung Merbabu ini kembali jadi wacana dalam Konferensi Internasional Filsafat Nusantara bertajuk “Filsafat Lokal Jawa Masyarakat Ngaduman”. 

Melihat banyak pasang mata tertarik dengan potensi yang ada di Desa Ngaduman, dari presentasi-presentasi yang telah diadakan, Izak berinisiatif menggaet salah satu rekan sesama dosen dari Fakultas Teknologi Informasi (FTI) – UKSW, Evi Maria, yang tekun menggeluti bidang kewirausahaan sosial untuk terjun bersama melakukan penelitian kewirausahaan sosial dan gereja. Penelitian tersebut telah berlangsung dari tahun 2021 hingga saat ini.

Selama menjalankan penelitian di Desa Ngaduman, mereka melihat ada beberapa hal baik yang wajib dikembangkan, salah satunya konsep live in. Konsep tinggal bersama (live in) dan membaur dengan masyarakat setempat, menjadi ide proposal pengabdian masyarakat yang ditujukan kepada Kemendikbud Ristek. Izak dan Evi menulis proposal tersebut dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi warga Desa Ngaduman. 

Izak menceritakan, kegiatan Pengembangan Kewirausahaan Sosial, telah berlangsung sejak Juni 2022. Meskipun secara formal, kegiatan ini akan selesai pada Desember 2022, tetapi pendampingan terhadap program yang telah dilakukan tetap terus berlanjut.

Pendampingan tersebut telah melibatkan pihak-pihak yang memiliki konsentrasi khusus pada bidangnya. Rini Kartika Hudiono yang merupakan dosen Destinasi Pariwisata – UKSW, berperan memberikan pelatihan pengelolaan destinasi pariwisata, penataan live in, dan sosialisasi hidup bersih bagi warga Desa Ngaduman. 

Adapun Evi berpelayanan dengan memfasilitasi pelatihan pengelolaan keuangan. Sedangkan pelatihan fotografi diberikan oleh dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) bersama dengan mahasiswa. 

Ada juga pelatihan pembuatan website oleh dosen Fakultas Teknologi dan Informasi (FTI). Sedangkan pelatihan menulis berita yang akan dituangkan dalam website tersebut, dibawakan oleh Izak bersama LPM Scientiarum UKSW. 

Para dosen pelatih itu, tidak ragu-ragu turun langsung ke lapangan memberikan pelatihan. Keterlibatan secara langsung dan aktif menjadi sebuah intuisi tersendiri bagi mereka untuk membangun kedekatan dan menerima kepercayaan dari warga Desa Ngaduman.

Tantangan dari perjalanan program ini terjadi pada awal kehadiran, yaitu bagaimana membangun pemahaman bersama tentang pengembangan kewirausahaan sosial dengan konsep live in, serta bagaimana melihat kemungkinan berkembang lebih baik (possibility perspective). Tetapi tantangan utamanya adalah bagaimana kontinuitas dari apa yang telah dikerjakan sebelumnya.

Hasil dari pengabdian masyarakat kali ini berupa jurnal pengabdian masyarakat yang tentu saja akan dipublikasi secara luas. Hal tersebut diharapkan dapat dikembangkan juga di tempat-tempat lain. Tetapi harapan utamanya adalah, program ini dapat berdampak baik untuk perekonomian masyarakat di Desa Ngaduman. Izak juga berharap bahwa, konsep live in dapat selalu menjadi kekuatan keeratan relasi lintas komunitas masyarakat di lereng Gunung Merbabu.(*)

Reporter: Cyntia Trisetiani Baga
Editor: Elyan Mesakh Kowi

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Empat Nama Wakil Rektor UKSW Periode 2022-2027 Telah Ditetapkan

Next Story

PBI Jadi Wadah Keakraban Maba UKSW dan Warga Salatiga