/

Studi Humanitas (Liberal Arts), Program Studi Baru di UKSW

/
1497 dilihat

scientiarum.id – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) akan memiliki program studi baru bernama Studi Humanitas (Liberal Arts). Program studi (Prodi) tersebut berada dalam naungan Fakultas Interdisiplin.  Prodi Studi Humanitas menggunakan model belajar dengan pendekatan inter-disiplin,  multidisiplin, dan trans-disiplin. Hal tersebut disampaikan Semuel Lusi, Joe Maliogha, dan Ricky Nggili selaku tim Studi Humanitas dalam wawancara kepada Scientiarum, Senin (15/08/2022).

“Kita mau menciptakan creative minority dengan ciri intermedialis , jadi dia  (Studi Humanitas -red)  akan menjembatani ilmu-ilmu formal yang ada di universitas dengan masyarakat luas. Supaya ilmu pengetahuan yang ada di universitas dapat diakses oleh masyarakat dan kita berharap bisa menjadi kontribusi bagi pembangunan Indonesia,” jelas Joe. 

Prodi Studi Humanitas mencanangkan profil lulusan yang creative minority dengan ciri intermedialis scholar. Profil tersebut, menurut Joe, adalah upaya  membentuk mahasiswa yang mampu menjembatani ilmu formal di universitas dan masyarakat luas.

“Kritik terhadap perguruan tinggi itu karena menjadi menara gading. Jadi disini (Studi Humanitas -red), kita mau ciptakan lulusan yang creative minority dengan ciri yang intermedialis. Kita mau ada lulusan di masyarakat yang punya wawasan komprehensif. Makanya dia (mahasiswa -red) belajar social science, seni, dia belajar ilmu pengetahuan alam, dia belajar filsafat. Jadi, semua hal itu, yang menjadi dasar-dasar penggerak peradaban dipelajari dalam waktu kurang lebih 2 tahun,” terang Joe.

Hal senada disampaikan Semuel Lusi, bahwa kurikulum Studi Humanitas dirancang sebagai fondasi untuk dipelajari mahasiswa selama 2 tahun pertama berkuliah.

“Lalu tahun ke-3 dia (mahasiswa -red) silahkan pilih 14 fakultas di UKSW dia masuk yang mana, untuk melanjutkan hingga selesai di situ. Lulusannya tetap sarjana Liberal Arts,” terang Semuel.

Secara teknis Joe menjelaskan, pada tahun ke-3 mahasiswa Studi Humanitas akan mendalami disiplin ilmu sesuai profesi yang ingin dicapainya, baik di UKSW maupun di perguruan tinggi di luar UKSW. Selanjutnya, kata Joe, mahasiswa tersebut akan melakukan magang di tempat-tempat yang juga sesuai dengan profesinya intermedialis.

“Jadi dia (mahasiswa -red) sudah membicarakan dengan Prodi, saya mau jadi apa profesinya? Itu dibentuk di tahun ke-3 dan tahun ke-4.  Tahun ke-3 dia akan belanja mata kuliah sesuai profesi yang mau dicapai. Di tahun ke-4 dia akan magang di tempat-tempat yang profesinya akan dia dapati,” jelas Joe.

Selanjutnya, menurut Ricky, Prodi baru tersebut akan menjadi jawaban atas permasalahan yang terjadi di universitas. Menurutnya sekitar 80 persen mahasiswa tidak mampu bekerja sesuai dengan bidangnya. Sehingga, di dalam Studi Humanitas mahasiswa berkesempatan untuk ‘belanja’ mata kuliah sesuai dengan kegemarannya.

“Kami melakukan kajian terhadap Liberal Arts di luar negeri maupun di Indonesia, itu banyak (mahasiswa -red) yang kuliah satu tahun pindah fakultas. Jadi dua tahun pertama ini fondasi dia (mahasiswa -red) untuk memperkaya paradigma tentang ilmu-sains-alam, sosial-humaniora untuk menentukan setelah itu dia mau jadi apa,” jelas Ricky.

Ricky juga menjelaskan, bahwa Studi Humanitas sangat mungkin diterapkan di UKSW. Menurutnya, konsep kampus merdeka masih belum terimplementasi secara optimal, mengingat beban SKS yang terlalu besar.

“Kampus mana sih yang betul-betul merdeka? Bebas SKS ini sangat besar, membuat mahasiswa dijajah. Artinya mahasiswa mau belanja mata kuliah pun, itu hanya kecil porsinya. LA (Studi Humanitas -red) ini memungkinkan dia (mahasiswa -red) bisa belanja mata kuliah apa saja, berdasarkan passion dia,” jelas Ricky.

Infrastruktur di UKSW salah satunya mahasiswa dipersilahkan untuk mengambil dua kuliah di dua fakultas secara bersamaan (double degree), menurut Ricky, sangat mendukung berlangsungnya Studi Humanitas. Selain itu, iklim di UKSW, kata Ricky, dengan konsep Magistrorum et Scholarium membuat dosen dan mahasiswa senang bekerja sama dalam melakukan riset.

“Di UKSW memungkinkan double degree. Sekarang sudah banyak (mahasiswa -red) yang ambil dua fakultas. Jadi sangat mungkin dia sarjana Liberal Arts dan sarjana Hukum, 4 tahun selesai itu sangat mungkin. LA (Studi Humanitas -red) menjembatani dia untuk total menggeluti bidangnya dia, ketimbang 80 persen itu yang keluar (lulus -red) dan bekerja tidak sesuai bidangnya. Dan kalau kita lakukan kajian di luar negeri, banyak mahasiswa Liberal Arts yang belum selesai kuliah tapi mereka sudah sukses,” kata Ricky.

Berita Acara Monitoring Progress Pengajuan Pembukaan Program Studi S1 Studi Humanitas
semuel lusi/dokumentasi pribadi

Semuel Lusi, menjelaskan bahwa Surat Keputusan (SK) Pembukaan Program Studi Humanitas telah diberikan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) – UKSW kepada tim. Hal tersebut disampaikan Semuel melalui pesan WA kepada Scientiarum, Rabu (07/09/2022).

“SK secara resmi kami (tim Studi Humanitas -red) dapatkan dari LPM-UKSW yang memang bertugas mengusulkan dan mengawal proses pengajuan. Berdasarkan Berita Acara yang diberikan LPM. SK Menteri tertanggal 29 Agustus 2022, No.4951/E1/HK.03.00/2022,” jelas Semuel, Rabu (07/09/2022).

SK Menteri tersebut secara garis besar, kata Semuel, memberikan izin operasional Prodi Studi Humanitas di UKSW.

“Izin Operasional Prodi Studi Humanitas (Liberal Arts). Dan dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi,” kata Semuel.

Semuel juga menjelaskan bahwa, tim Studi Humanitas sedang gencar melakukan promosi Prodi baru tersebut. Pembukaan penerimaan mahasiswa baru Prodi Studi Humanitas, kata Semuel, sudah dimulai dan akan tutup pada 14 September mendatang.

“Kami langsung promosi untuk mendapatkan mahasiswa baru. Waktunya sudah cukup mepet, tapi itu menjadi prioritas. Prinsipnya karena semua persiapan sudah matang, kami sudah bisa langsung beroperasi,” jelas Semuel.(*)

Reporter: Sepdi Syarofina
Editor: Elyan Mesakh Kowi
Foto: Cyntia Trisetiani Baga

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

PBI Jadi Wadah Keakraban Maba UKSW dan Warga Salatiga

Next Story

“Kulo Nuwun” Mahasiswa Baru UKSW Melalui Karnaval OMB 2022