/

Kita Semestinya Sama

/
253 dilihat
Keluar dari rimba Kalimantan,
Kami dikira manusia buas.
Manusia lain enggan mendekat, 
melekat pun tak sampai.

Tolong! Kami sama.
Menepi ke sudut hingga terpojok.
Ini kami, kita sama.
Memang tiada gemerlap lampu di  sana—
juga dengung bising kota metropolitan.
Suara burung enggang itu teman kami.

Tolong, tolong terima kami.
Kita sama.

Salatiga, 12/11/22.

Lily

Penulis: Lilyana Jayanti

Editor: Annisa Reiny H. F

Ilustator: Lilyani Jayanti

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

“Selama Masih Kuat.”

Next Story

Wis-Udah (Wisuda)