/

Wis-Udah (Wisuda)

/
379 dilihat
Penobatan.
Betapa bahagia, aku bisa mewujudkan imajinasi lama,
Bagaimana dinobatkan dengan gelar Sarjana.

Pengukuhan.
Setiap proses yang kan jadi kenangan,
Menuai hasil, bagaimana aku menyandang status Cendekiawan.

Wisuda.
Tanda berakhirnya status mahasiswa,
Tanda dicapainya gelar anyar,
Sebagai seorang pencari kerja.

Timbul harapan baru,
Angan-angan pekerjaan,
Pekerjaan yang diidam-idamkan.

Wis-Udah…
Semu kebahagiaan,
Nyata terjalnya tantangan

Bukan soal gelar, bukan juga soal pintar,
Tapi soal siapa yang bernyali.
Siapa yang berani, tegap maju ambil tindakan.

Benar cerita, benar adanya,
Pahit dan keras pil kehidupan,
Berujung dalam maraknya wirausahawan,
Obsesi dan ambisi, bukti creative minority.

Timpangnya pencipta dan pencari,
Mencipta untuk sendiri, mencari ke sana ke mari.
Idealis, juga realistis.

Wis-Udah…
Kontribusi untuk Ibu Pertiwi,
Memegang harapan dan cita orang tua,
Bermanfaat untuk sanak saudara keluarga.
Skripsi tebal bukan jadi soal, baju toga rupawan bukan juga jaminan.

Adaptasi, Kreasi, Berani!
Tidak benar-benar ada, rumus nyata untuk kehidupan,
Tidak benar-benar ada, rumus nyata untuk menjalaninya.

Urip iku sawang-sinawang,
Enak belum tentu enak,
Enek belum tentu enek.

Wis-Udah...
Rampungkan apa yang perlu diselesaikan,
Selesaikan apa yang belum dirampungkan,
Capailah beragam kata "selamat,"
Bergembiralah, Bahagialah!

Penulis: Fredriko Alberto Noya

Ilustrasi: Fredriko Alberto Noya

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Kita Semestinya Sama

Next Story

Cakrawala yang Terluka