/

Berbeda dari Sebelumnya, Annual Drama FBS 2023 Usung Tema Misteri

/
206 dilihat

Terinspirasi dari karya sastra Inggris terkenal karya penulis Skotlandia, Robert Louis Stevenson, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UKSW menghadirkan karakter Jekyll & Hyde dalam drama tahunannya (annual drama).

Annual drama FBS telah rutin dilaksanakan sejak tahun 1995, berbagai tema dan konsep telah dicoba untuk dipentaskan, hingga pada tahun 2012, untuk pertama kalinya FBS mengusung drama musikal. Peralihan konsep tersebut semakin diperkuat dengan bergabungnya Program Studi (Progdi) Seni Musik pada tahun 2016. 

Setelah sempat dua tahun vakum karena pandemi, tiga program studi dalam naungan Fakultas Bahasa dan Seni kembali kompak dalam penyelenggaraan annual drama 2023. Progdi Pendidikan Bahasa Inggris, Progdi Sastra Inggris, dan Progdi Seni Musik, berkolaborasi bersama untuk mengadaptasi karakter Jekyll & Hyde. 

Pagelaran terbesar milik FBS, yang memakan waktu hingga tujuh bulan ini bertujuan sebagai ajang promosi fakultas, membentuk jiwa organisasi, team work, dan wadah ekspresi mahasiswa. Khususnya tahun ini Jekyll & Hyde dipilih untuk mewakili perasaan mahasiswa yang sedang menjalankan studi.

Rosa Delima selaku Produser dalam annual drama 2023 menyampaikan bahwa karakter Jekyll & Hyde diusung karena memiliki kesamaan karakter dengan mahasiswa.

“Kami merasa kalau kami sebagai mahasiswa, memiliki kesamaan dengan karakter Jekyll and Hyde, seperti kami sebagai mahasiswa ingin belajar, ingin menemukan, ingin mencari ilmu seperti itu, sama dengan Dr. Jekyll yang ingin menemukan obat untuk manusia.” tutur Rosa.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang memilih tema romantis, annual drama tahun ini menggagas tema misteri. Tema misteri tidak diusung begitu saja, melainkan melalui proses belajar yang tersirat, hingga akhirnya terpilihlah satu yang terbaik dari antara yang terbaik.

“Buat mahasiswa supaya mereka tahu bahwa team work itu penting, leadership itu penting, terus kemampuan untuk berdebat berargumen dengan sehat itu sangat penting, karena melibatkan segini banyak orang kan pasti cast lost idea nya mereka harus bisa mengesampingkan ego nya supaya bisa dapat satu yang paling baik.” jelas Erio Rahadian P. Fanggidae, S.S., M. Hum selaku Supervisor Team Director.

Penonton yang hadir di pagelaran ini turut menyampaikan apresiasi dan antusiasnya, salah satunya, Dimas Benyamin mahasiswa Universitas Karang Turi Semarang yang mengungkapkan ketertarikannya akan annual drama Jekyll & Hyde.

“Karena belum pernah sih sebelumnya, drama kayak gini kan belum pernah”

“Kalau dari aku kan, jarang banget kan ada drama seperti ini, jadi menurutku ini acara yang bagus sih, apalagi mereka bisa nyatuin dari musiknya, terus dari pemeran-pemerannya itu menurutku yang paling keren,” Imanuela Angela mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2021 turut memberikan tanggapannya.

Erio berharap agar pertunjukan yang telah diadakan mampu menarik minat orang-orang untuk bergabung dengan Fakultas Bahasa dan Seni. Harapan lainnya juga diungkapkan oleh Rosa, bahwa drama musikal yang diadakan oleh FBS tidak hanya terbatas dalam lingkup Kota Salatiga saja, tetapi sangat terbuka untuk orang-orang yang berada di luar area Salatiga.

“Semoga annual drama kedepannya bisa lebih baik, baik dari segi servis ke penonton, maupun dari segi pilihan dramanya, dari musiknya, dari cerita yang diambil itu bisa lebih baik untuk para penikmat drama musikal yang ada di Salatiga maupun sekitarnya,” harapnya.

Reporter: Annisa Reiny Harnum Febriyanti, Reyvan Andrian Kristiandi

Penulis: Cyntia Trisetiani Baga

Editor: Reyvan Andrian Kristiandi

Foto/Desain: Nikolas Genta Ragil Subagya, Imanuel Satya Adi Nugroho

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Memperingati Ulang Tahun Prodi dengan Expo di FTI

Next Story

Menakar Efektivitas Rapat Koordinasi LK 2023