/

Kapasitas G-Drive Dibatasi, Siapa yang Merasa Rugi?

/
489 dilihat

Kebijakan baru terkait Google Workspace yang mengacu pada Nota Rektor No.007/NR/2/2023 ini berpengaruh pada kapasitas penyimpanan pengguna Google Drive UKSW. Penyimpanan yang semula tidak terbatas atau unlimited ini, kini dibatasi sesuai dengan jenis pengguna akunnya. Pada pengguna akun “@uksw.edu” maksimal 20 GB sedangkan pada akun “@student.uksw.edu” maksimal 15 GB untuk setiap penggunanya.

Hal ini diberitahukan pada bulan Februari lalu, melalui akun Instagram @uksw_salatiga. Pengguna akun dihimbau untuk melakukan backup dan menghapus data sebelum 17 Februari 2023. Penghapusan akun email diberlakukan untuk dosen dan tenaga kependidikan yang sudah tidak aktif bekerja di UKSW, akun @student.uksw.edu yang lulus sebelum Juli 2022, serta akun @alumni.uksw.edu hanya berlaku 2 tahun setelah diaktifkan dan dihapus satu bulan kemudian.

Tidak sedikit yang menyayangkan akan hal ini, terlihat pada beberapa komentar pengguna email di postingan akun Instagram @uksw_salatiga terdapat 27 komentar. Rata-rata yang menyayangkan merupakan alumni lampau dari UKSW terkait penghapusan akun tersebut.

“Please jangan dihapus,” komentar salah seorang Alumni UKSW 2011 dengan akun @alberttarraws. 

“Untung udah aman database gw,” komentar lain oleh akun @kvinant.

Perspektif yang berbeda dari Anne, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi progdi Hubungan Internasional angkatan 2022, yang mengatakan bahwa dirinya belum terlalu menggunakan G-Drive karena masih mahasiswa baru.

“Karena masih maba, penggunaan G-Drive belum terlalu digunakan banget. Jadi kalau dibatasi, aku pribadi gapapa. Soalnya masih belum perlu banget,” jelas Anne saat diwawancarai pada Kamis (9/3).

Anne menambahkan bahwa ia juga akan komplain apabila posisinya sedang membutuhkan kapasitas penyimpanan yang besar. Pasalnya, tugas kuliah sekarang kadangkala memiliki bobot file yang cukup berat dan tugasnya tidak hanya satu atau dua saja, sehingga memerlukan penyimpanan yang besar. 

“Mungkin bisa dipikirkan lagi untuk kedepannya, karena butuhnya ngga sesedikit itu,” harap Anne terkait pembatasan akun mahasiswa yang hanya 15 GB.

Di sisi lain, Shelly mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis prodi Akuntansi angkatan 2020 juga tidak terlalu mempermasalahkan perihal tersebut.

“Menurutku enggak terlalu masalah, soalnya aku orangnya jarang backup data ke G-Drive. Tapi kalau dibatasi memang agak sedikit mengganggu untuk orang yang suka backup datanya ke G-Drive. Jadinya kalau penuh (kapasitasnya –red) kebingungan.”

Shelly menyampaikan saran yang serupa dengan Anne.

“Sebaiknya jangan terlalu dibatasi. Kalaupun dibatasi (kapasitasnya –red) jangan terlalu sedikit, karena masih banyak mahasiswa yang butuh storage yang lebih banyak. Pernah diceritain anak (Fakultas –red) Teologi juga, menurut dia kapasitas segitu terlalu sedikit.”

Lebih lanjut, Shelly menyampaikan jika masalah cukup atau tidaknya kapasitas yang diberlakukan saat ini, tergantung pada kebutuhan penggunanya. Sejalan dengan itu, dua mahasiswa lain yang tidak ingin identitasnya disebutkan, mengaku mengeluhkan adanya kebijakan pembatasan kapasitas tersebut, hal ini dikarenakan keduanya seringkali memanfaatkan G-Drive email student untuk menyimpan keperluan dokumentasi kegiatan kampus. 

Informan pertama ketika diwawancarai pada Minggu (2/4) mengatakan bahwa ia sangat menyesali akan adanya kebijakan pembatasan G-Drive. Sebagai mahasiswa yang menggunakan layanan G-Drive, terutama sebagai pubdok (publikasi dan dokumentasi) kampus, G-Drive dapat dikatakan sebagai fasilitas yang sangat bermanfaat untuk penyimpanan dokumentasi kegiatan kampus. Dimana kampus sering mengadakan acara baik dalam skala universitas, fakultas, prodi, maupun acara non formal seperti gathering. Ketika ia diminta dokumentasi baik dalam bentuk foto maupun video di acara tersebut, maka yang ia butuhkan adalah kapasitas penyimpanan yang besar. Apalagi acara yang perlu didokumentasikan bukan hanya satu atau dua saja, dan bisa dalam skala yang besar.

“Sangat disayangkan karena banyak mahasiswa yang turut dalam bagian dari pubdok kampus yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar yang bahkan untuk kepentingan kampus sendiri,” jelasnya.

Informan pertama bercerita pengalamannya pada beberapa waktu lalu, dalam gelaran yang berlangsung selama tiga hari, ia banyak mendokumentasikan karena tidak mau kehilangan momen. Imbas dari pendokumentasian ini membuat kapasitas file membludak. Dari kegiatan tersebut saja file mentahnya berkapasitas kurang lebih sekitar 200gb. Ia mengaku memiliki permasalahan terkait penyimpanan dan juga sharing filenya, dimana ia sampai membuatkan 4 atau 5 email hanya untuk membagikan foto saja, dan belum termasuk video dan foto panitia.

Sebagai pubdok, informan pertama ini kecewa akan hal tersebut karena ia yakin kampus juga menginginkan hasil dokumentasi yang berkualitas. Apabila ia mengurangi resolusi gambar, malah akan menurunkan kualitas gambarnya. Ia menambahkan ketika sebelum ada pembatasan G-Drive yang diberlakukan, ia sangat terbantu dengan adanya kapasitas yang unlimited.

“Dulu kan aku selalu menyimpan file-file kuliah termasuk dokumentasi kegiatan kampus itu di G-Drive email student, jadi awalnya itu aku sangat terbantu. Aku secara pribadi sudah menggunakan G-Drive yang unlimited tersebut sebanyak 600gb, itu full buat dokumentasi. Terus tiba-tiba malah ada pemberitahuan bahwa email student akan dipangkas jadi 15gb,” jelas informan pertama tersebut.

Harapan informan pertama ini, alternatif lain jika G-Drive harus terpaksa dipangkas, maka seharusnya kampus bisa menyediakan solusi yang lain. Terutama bagi tim publikasi dan dokumentasi kampus, ia berharap dapat difasilitasi dengan hardisk atau yang lainnya. Ia mengaku kurang mengetahui ada tidaknya alternatif tersebut dan belum menerima informasi tersebut.

“Jika memang G-Drivenya tidak bisa kembali unlimited, mungkin bisa menyediakan alternatif lain seperti hardisk eksternal, atau mungkin media penyimpanan yang lain biar ketika file itu harus disebarluaskan, seperti membuat keperluan sponsor maupun untuk promosi dan lainnya, biar memudahkan saja,” ungkapnya.

Selain memiliki harapan yang besar terkait penyimpanan G-Drive kampus sebagai tim pubdok, ia juga menyampaikan harapan pribadinya. Ia berharap fasilitas email unlimited yang dulu dapat kembali.

“Harapan utamaku secara pribadi adalah semoga fasilitas email yang unlimited ini bisa kembali. Dikarenakan hal tersebut akan membuat mahasiswa lebih leluasa dalam berkreasi. Apalagi ada info untuk tugas akhir sekarang berbasis talenta bukan skripsi. Nah jika talentanya membuat video atau bagaimana kan butuh banget penyimpanan yang besar. Tapi kalau G-Drivenya dipangkas ya sayang aja sih. Aku berharap fasilitas itu dikembalikan,” ungkap informan pertama.

Keluhan serupa juga dirasakan oleh informan kedua saat diwawancarai pada Senin, (3/4). Menurutnya, kapasitas G-Drive yang dipangkas tersebut merupakan hal yang kurang efektif. Ia mengaku bahwa penyimpanan G-Drive sering ia gunakan untuk keperluan pubdok, seperti halnya penyimpanan sertifikat online yang ia buat untuk disebarkan kepada peserta acara. Selain itu, ia juga menyimpan file tugas maupun materi dari dosen, sejak semester satu di G-Drive tersebut. Informan kedua ini mengeluhkan jika kapasitas G-Drive dibatasi hanya 15gb, ia harus menghapus-hapuskan file lama agar bisa tetap digunakan. Padahal tidak semua file bisa semudahnya dihapus, seperti halnya data sertifikat online tersebut. Ia berharap fasilitas ini bisa dikembangkan kembali.

Berlanjut dari komentar mahasiswa dan alumni UKSW, serta wawancara singkat dengan beberapa mahasiswa. Kami mencoba mewawancarai Dr. Johan Jimmy Carter Tambotoh, S.E., M.T.I, selaku Direktur DID (Direktorat Infrastruktur dan Digitalisasi) untuk meminta tanggapan mengenai keluhan tersebut. 

Ada alasan mengapa kapasitas G-Drive ini diberlakukan. Awal mulanya pada tahun 2009, UKSW sudah menggunakan google baik untuk staf maupun mahasiswa. Penggunaan akun google tersebut gratis dan unlimited. Pada tahun 2021 akhir, google mengeluarkan kebijakan penggunaan kapasitas sebesar 100 TB (Terabyte), dan hanya diberi 5gb jika diatas 20.000 pengguna. Oleh karena itu, mau tidak mau harus mengikuti kebijakan dari google tersebut.

Surat Keputusan (SK) mengenai kebijakan tersebut terbit pada bulan Juli 2022, kemudian dikeluarkan lagi SK Rektor pada tahun 2023.

“Jika sudah dipahami, seharusnya tidak perlu dipertanyakan kenapa dikurangi. Kalau ditanya siapa yang mengurangi ya itu dari google . Akan tetapi kebijakan kami tidak kaku. Pernah anak SMU (Senat Mahasiswa Universitas – red ) datang ke saya karena kebutuhan file nya besar, kapasitas G-Drivenya kami perpanjang (memperbesar – red ). Jika ada email tertentu yang memang krusial, maka akan kami perpanjang . Tapi sekarang yang kita dapatkan hanya 100 TB.” jelas Direktur DID.

Reporter: Sekolastika Elkha
Penulis: Elshafa Kirana Khaerunnisa
Editor: Alexander Pedro
Desain/Ilustrasi: Imanuel Satya Adi Nugroho, Ni Wayan Putri Nuraeni

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Menakar Efektivitas Rapat Koordinasi LK 2023

Next Story

Lima Bulan Berselang, Petisi Daring ‘Aman tapi tidak baik-baik saja’ Hampir Tembus 100 Penandatangan