Audiensi Mahasiswa di SC
/

Apakah Audiensi itu Solusi?

/
329 dilihat

Pada Kamis (19/05) Lembaga Kemahasiswaan Universitas SMU dan BPMU menyelenggarakan Audiensi Terbuka di Student Center. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan berbagai aspirasinya terkait dengan persoalan kampus, seperti SIASAT, registrasi uang kuliah, registrasi mata kuliah dan pencairan beasiswa. Audiensi Mahasiswa dihadiri oleh Pembantu Rektor I Dr. Iwan Setyawan, Pembantu Rektor II Dr. Sri Sulandjari. S.E., M.S.I.E., perwakilan LLK, perwakilan BAK, perwakilan BAA, dan perwakilan BTSI. 

Mariano Ombo, selaku Ketua Umum BPMU menjelaskan kegiatan Audiensi Terbuka diselenggarakan sebagai wujud dari Rakom Advokasi diperluas dan rapat ketua-ketua LK. Setiap fakultas yang diwakili oleh fungsionaris SMF dan BPMF menyampaikan berbagai keluhan mahasiswa. Melalui perwakilan fungsionaris LKF, kebanyakan mahasiswa mengeluhkan terkait dengan antrian panjang yang ada di GAP dan kantor pos untuk membayar uang kuliah, sistem WIFI yang lambat, pembayaran uang kuliah yang full, masalah SIASAT yang down dan masalah validasi keuangan yang tidak segera ditindaklanjuti.

Adapula keluhan lain, seperti informasi yang tidak sinkron antara LLK, BAK, dan BARA terkait dengan KTM, sehingga salah satu mahasiswa belum mendapatkan KTM secara fisik dan gaji asdos yang belum diberikan. Pihak-pihak yang terkait, seperti Pembantu Rektor I, Pembantu Rektor II, perwakilan LLK, perwakilan BTSI, perwakilan BAA dan perwakilan BAK pun memberikan keterangan dan solusi terkait dengan persoalan mahasiswa.

“Terkait dengan kuliah luring, sebenarnya telah direncanakan. Namun, dikejutkan dengan virus Omicron yang datang, sehingga agenda tersebut ditunda. Kemudian, mengenai BTSI, saya menyarankan agar sistem SIASAT bisa di-upgrade.  Mengenai honor asisten dosen, akan segera dicairkan tetapi yang berkaitan dengan jaga test akan didiskusikan. Kemudian, perihal kegiatan Leader Forum kemarin menyesuaikan dengan jadwal dari pembicaranya,” terang Dr. Iwan Setyawan, Pembantu Rektor I. 

Mengenai WIFI, perwakilan BTSI menyarankan agar mahasiswa menggunakan WIFI yang menggunakan email student, bukan free WIFI. Free WIFI digunakan hanya untuk tamu. Karena banyak yang menggunakan free WIFI untuk mengakses SIASAT dalam waktu yang bersamaan, sehingga mengakibatkan sistem SIASAT menjadi down. Selain itu, perwakilan BAK menyampaikan jumlah tagihan yang berbeda atau sudah membayar, tetapi di SIASAT belum lunas, hal tersebut terjadi tidak melalui bank online sehingga diperlukan validasi. Pihak BAK selalu ada informasi mengenai tagihan yang perlu dibayarkan dan hal tersebut juga disesuaikan dengan SKS yang ada. Mengenai tagihan, disinkornkan antara Email dan Google Calendar.

“Kejadian kemarin adalah kejadian yang bisa kita antisipasi, namun saya sendiri tidak mengantisipasi. Hal ini karena libur lebaran, validator ada 4 orang kerja dari rumah. Pada hari Senin mulai banyak antrean di loket dan system down dari pagi bertepatan dengan 900 email masuk juga SIASAT. Hotline mencapai 1000 antrean. Kami tetap melayani hingga pukul 16.30. Di hari yang sama, kami menambah 3 loket tambahan yang melayani dari pagi himgga sore. Dan ada perbaikan dari BTSI dan BAK lembur mengatasi keuangan.” Ujar Pak Herman dari BAK.

Pembantu Rektor II menyampaikan sebelum Covid-19, kesempatan tetap dibuka bagi mahasiswa yang kesulitan membayar bahkan saat jatuh tempo, sebelumnya hal tersebut tidak ada. Selain itu, beliau juga menyampaikan sumbangan atau dana pembangunan dialokasikan untuk rektorat dan unit penunjang yang terdapat di rektorat, seperti PR I (BTSI, perpustakaan, P3I, Biro Adiministrasi), PR II (BAK, BMK, PSDM), PR III (LLK, K3), PR IV (BKHI, BKHA, BPMSI), dan PR V untuk layanan penelitian. Dana pembangunan yang dibayar oleh mahasiswa adalah pelayanan dalam berkuliah selama 4 tahun. 

Perwakilan LLK menyampaikan bahwa dalam pembayaran beasiswa, banyak mahasiswa yang melakukan klaim tidak sesuai dengan jadwal yang diberikan. Padahal sebelumnya, pihak LLK telah mewanti-wanti mahasiswa kepada penerima beasiswa jika sudah keluar tagihan agar segera diklaim. Selama libur lebaran, banyak mahasiswa yang mengklaim beasiswa dan sebenarnya telah melewati jadwal pelunasan. 

Saat dihubungi melalui pesan singkat, Ivander Carl Manullang selaku Ketua SMU menambahkan PR III, PR IV, dan PR V tidak diundang karena bukan bagian/bidang mereka terkait dengan topik yang ingin dibahas dalam audiensi kemarin. Topik permasalahan terdapat di bagian PR I dan PR II. 

“Aspirasi mahasiswa tetap kita tamping dan dengarkan, walaupun basis SMU lebih mengarah kepada eksekusi program/kegiatan. Penampungan aspirasi tetap memperhatikan mekanisme di dalam lembaga kemahasiswaan. Setiap aspirasi perlu dianalisis, mengingat tidak semua aspirasi dalam satu kali penyelesaian. Kita perlu melihat presentase dari aspirasi, apa yang menjadi prioritas pertama dan lainnya,” tandasnya. 

Terakhir, berbagai pihak menyampaikan kepada mahasiswa untuk tetap saling mengawal terkait dengan proses pelayanan sivitas akademika UKSW ke depannya.

Reporter: Angelina Teresya Sirait, Alfania Ester Hariyanto
Fotografer: Maria Dominika Tyas Kinasih
Redaktur dan Editor: Otniel Denizar

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Apa Yang Terjadi dengan Sistem di Kampus Kita?

Next Story

Asah Kemampuan Kritis-Prinsipil, Scientiarum UKSW Luncurkan Pelatihan Jurnalistik Dasar (JD)