/

Polemik Logo Baru LKU UKSW

/
568 dilihat

Lembaga Kemahasiswaan Universitas (LKU) UKSW mengeluarkan logo baru.  Logo ini telah didiskusikan dalam internal LKU dan dibahas dalam Raplen LKU. “Kami sudah lewat Raplen, Raplen LKU waktu itu,” jelas Ivander.

Ivander Manullang selaku Ketua Umum SMU menegaskan bahwa logo yang baru menunjukkan ciri khas dari LK.

“Kita mau menunjukan dari logo tersebut sebuah ciri khas LK itu”, jelas Ivander.

Ivander juga menegaskan bahwa logo ini rencananya akan dipatenkan  agar di tahun-tahun selanjutnya tidak ada lagi perubahan logo.

Ivander memberi penjelasan bahwa desain logo yang baru tidak terlepas dari visi misi Ketua Umum SMU dan Ketua Umum BPMU, tetapi mereka berusaha membentuk logo secara mendasar sesuai dengan nilai-nilai yang ada di LK dan UKSW agar dapat diterima oleh pengurus berikutnya.

Desain logo baru ini memiliki nilai filosofis pada setiap detail yang ada.

“Empat lingkaran putus-putus mencirikan bahwa ada empat fungsi  dan peranan LK. Di dalam garis putus-putus itu juga  ada motifnya UKSW sebagai ciri khas bahwa ini adalah motifnya UKSW,  dan warna kuning itu sebenarnya ada poin-poinnya. Warna kuning pada logo ini melambangkan kepemimpinan. Kemudian ada gambar lampu mencirikan sebuah inovasi, lalu banyaknya warna melambangkan keberagaman bagaimana keberagaman dalam LK bisa menghasilkan sebuah inovasi, dan akar di bawah adalah visi misi dari ketua umum BPMU, bagaimana sebagai LK sadar posisi dari dasar terlebih dahulu baru akhirnya memahami dasar inovasi yang bisa dibentuk dari keberagaman yang ada di LK.” jelas Ivander.

Logo baru yang telah digunakan dalam aktivitas organisasi ini menimbulkan polemik karena belum disahkan secara resmi.

Raja Sihaloho selaku anggota dari komisi Advokasi BPMU menjelaskan bahwa logo itu belum disahkan dalam Raplen, sehingga seharusnya belum dapat digunakan. Raja juga menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada informasi dari pimpinan BPMU terkait penggunaan logo.

BPMU meminta agar diadakan Raplen ranah LKU yang melibatkan SMU dan BPMU, dengan harapan logo masuk dalam salah satu pembahasannya, tapi hingga kini belum ada konfirmasi dari para pimpinan terkait Raplen tersebut. Raja mengharapkan agar pembahasan mengenai logo ini dapat dibicarakan secara formal dalam Raplen.

Reporter Lapangan: Eka Selly, Alfania Ester, Stefani Dara
Reporter Tulis: Eka Selly
Redaktur Pelaksana: Sandra Junita
Ilustrasi: Redaksi Scientiarum

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

Previous Story

Pengurus Rumah Milenial Indonesia Dilantik

Next Story

UKSW Gelar Wisuda Periode I Tahun 2022/2023 Secara Onsite